Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

05 April 2017

LKS Tingkat Nasional ke-25 Siap digelar


Direktorat Pembinaan SMK (Dit.PSMK) kembali menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional ke 25 yang akan diselenggarakan di Kota Surakarta pada tanggal 16-18 Mei 2017.

LKS tahun ini akan memperlombakan 53 bidang keahlian yang terbagi dalam empat kategori, yakni bidang Teknologi, Pariwisata, Pertanian dan Kriya. Selain itu, ada juga lomba produk inovasi dan software creation.
Kasubdit Perserta Didik Direktorat PSMK, Ir. Nur Widyani MM mengatakan 90% juri dalam LKS tahun ini berasal dari dunia usaha dan dunia industri. Sementara sisanya berasal dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).
Oleh karena itu Nur Widyani berharap, setiap sekolah di semua provinsi ikut berpartisipasi lantaran ini merupakan kesempatan emas untuk menunjukan kemampuan siswa SMK kepada masyarakat luas.

“ini merupakan upaya kita untuk mempromosikan siswa SMK, karena dengan ini mereka bisa menunjukan keahliannya kepada dunia industri dan memiliki kesempatan bekerja di perusahaan yang sesuai dengan minatnya,” sebut Nur Widyani dalam acara Video Conference menyambut LKS ke 25 di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), kemarin.

Nur Widyani mengatakan, tujuan utama pihaknya rutin mengadakan LKS setiap tahun adalah mengetahui sejauh mana kemampuan kompetensi peserta didik yang diwakili setiap provinsi. Hal itu merupakan langkah Dit.PSMK mewujudkan kesetaraan mutu pendidikan siswa, yang sejalan dengan Intruksi Presiden Nomor 9 Tentang Revitalisasi SMK.
“Sehingga pemerintah pusat tahu peta kualitas anak dari setiap provinsi dan melihat sejauhmana kesenjangan kualitas kompetensi antara siswa yang berasal dari Pulau Jawa dan luar Jawa, dengan demikian pemerintah akan membuka tangan untuk mewujudkan impian siswa bekerja sesuai dengan keinginannya,” sebut Nur Widyani.
Sementara untuk hadiah, Nur Widyani mengatakan selain tropi dan sertifikat, panitia juga sudah menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan kepada perserta yang berhasil menyabet gelar juara 1,2 dan 3.
Bahkan, Kemdikbud sudah menggandeng beberapa Perguruan Tinggi Negeri untuk hadir dalam LKS tahun ini. Harapannya, agar PTN bisa memberikan beasiswa kepada para siswa berprestasi.
“Kita selalu mengabarkan dunia industri dan PTN, supaya dunia usaha bisa menyiapkan perusahaannya untuk merekrut siswa berprestasi ataupun PTN untuk memberikan beasiswa,” sebut Nur Widyani.
Saat ini, proses pendaftaran sudah bisa dilakukan secara online sampai tanggal 11 April 2017. Pendafataran untuk 53 bidang keahlian, bisa membuka situs Dit.PSMK secara langsung melalui link http://pesertadidik.ditpsmk.net/reg


Lomba Best Practice Widyaiswara Tingkat Nasional 2017

Jika Anda seorang Widyaiswara di lingkungan Kemdikbud dan ingin menunjukkan kompetensi/kinerjanya dalam meningkatkan mutu pendidikan, Maka Kemdikbud melalui Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikdasmen akan mengadakan Lomba Best Practice Bagi Widyaiswara di Lingkungan Kemdikbud.
Adapun persyaratan lomba tersebut diantaranya:
1.  Widyaiswara aktif di lingkungan Kemdikbud
2.  Kualifikasi akademik strata minimal S-2
3.  Masa kerja sebagai widyaiswara sekurang-kurangnya 5 tahun berturut-turut.
4.  Tidak sedang dalam proses alih tugas ke jabatan lain
5.  Tidak sedang dalam proses hukum/menjalani hukuman disiplin
6.  Belum pernah menjadi pemenang tingkat nasional pada lomba sejenis
7.  Karya Best practice asli dan belum pernah diikutkan lomba

Untuk informasi lebih lanjut bisa disimak surat dan poster berikut ini:



Sumber informasi: www.kemdikbud.go.id


Lomba Best Practice Kepala Sekolah dan Pengawas Kemdikbud 2017

Jika Anda kepala Sekolah atau Pengawas Sekolah pada jenjang dasar (SD) dan menengah (SMP/SMA/SMK) yang sudah selama 2 tahun berturut-turu menjabat sebagai kepala sekolah atau pengawas sekolah, Anda punya kesempatan mengimplementasikan pengalaman terbaiknya. Kemdikbud mengadakan lomba Best Practice Tingkat Nasional untuk Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.
Lomba ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kompetensi dan kinerja kepala sekolah dan pengawas sekolah di lingkungan kemdikbud dalam menjalankan profesinya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, lomba ini juga dalam rangka persiapan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2017.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan perhatikan informasi berikut.



Untuk file pernyataan bisa diunduh di bawah ini:
-  Pernyataan Keaslian Naskah Best  Practices.pdf
-  Pernyataan Tidak Sedang Dalam  Proses Alih Tugas.pdf
-  Pernyataan Tidak Sedang Menerima  Hukuman Atau Menjalani Sanksi Disiplin.pdf




23 March 2017

Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Nasional Online 2017

Selain mengadakan babak final dari puluhan juara LKS tingkat provinsi, gelaran LKS Nasional XXV di Surakarta juga mengadakan LKS yang bersifat festival. Karena berstatus festival, Lomba ini diperuntukkan bagi seluruh siswa SMK. Ada dua bidang lomba dipertandingkan yakni:
1. Product Innovation
2. Software Creation

Beberapa info penting terkait lomba tersebut sebagai berikut:
a. Pendaftaran dan pengiriman proposal dibuka mulai 13 Maret s.d. 11 April 2017
b. Proses seleksi dilakukan secara online. Peserta mengirim ke laman https://psmk.kemdikbud.go.id/pendaftaran-lomba-lks-online
c. Peserta berjumlah dua orang dalam satu tim dengan satu guru pendamping
d. Peserta yang lolos seleksi akan diwawancarai oleh tim juri melalui teleconference, selanjutnya dipilih finalis untuk diundang ke acara LKS XXV
e. Peserta yang lolos administasi diumumkan pada 17 April 2017
f. Finalis yang lolos untuk teleconference dilakukan pada 18 s.d. 28 April 2017
g. Pengumuman Finalis LKS Online pada 2 Mei 2017
INFO LEBIH LANJUT CERMATI BROSUR DI BAWAH INI!


Lomba Debat Bahasa Provinsi Jatim 2017

Ayo ikutan,
Sesuai dengan program kerja Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 khususnya bagian bina prestasi peserta didik, Dispendik Provinsi Jatim kembali mengadakan Lomba Debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk Jenjang SMA/MA dan SMK.
Untuk info lebih lanjut, silakan dibaca di bawah ini:

09 March 2017

Dewi Mulyani, Siswi SMK yang Mendadak Menjadi Viral di Medsos


Sosok Dewi Mulyani dibonceng orangtuanya dengan sepeda angin sambil membaca buku, menjadi perbincangan hangat di media sosial (medsos) facebook dan instagram. Bagaimana kesehariannya?

SEJAK fotonya beredar di media sosial Facebook 26 Februari pagi, Wartawan Kalteng Pos tergugah mencari sosok siswi tersebut. Penasaran. Pemandangan itu sangat jarang ditemukan. Apalagi di tengah Kota Palangka Raya. Lebih mudah mencari pelajar berseragam sekolah mengotak-atik gadget sambil berkendara.

Setelah mendapat informasi, kalau saban pulang sekolah melintas di Jalan P Diponegoro, kaki tergerak sambil menenteng kamera menunggu di trotoar di hari berikutnya, Senin (27/2).

Jam tangan menunjukkan pukul 13.10 WIB. Waktu yang pas untuk menunggu. Karena sebagian besar sekolah setara Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah mulai pulang.

Di samping rombong penjual pentol, duduk bersandar di pohon besar sambil mata terus memandang jalan. Satu jam berlalu. Tak ada tanda-tanda bapak dan anaknya dengan sepeda tua itu akan lewat. Sekilas rasa putus asa itu datang. Sekilas pergi.

Paman pentol yang saban hari mangkal tak jauh dari pertigaan Jalan Seth Adji itu menjadi orang pertama yang dimintai petunjuk. Menanyakan apa pernah melihat siswi ini. Sambil foto itu ditunjukkan, dia menjawab tidak pernah tahu.

"Nggak pernah lihat. Ada apa memang Mas," tanyanya balik.

Putus asa. Tidak. Lalu memutuskan berkeliling di setiap sekolah. Di depan gerbang sekolah di seputaran Jalan Tambun Bungai, nekat menanyakan ke beberapa siswa. Tidak ada yang kenal. Kembali lagi ke tongkrongan awal. Tak kunjung lewat. Sampai pukul 15.30 WIB memutuskan untuk kembali pulang.

Hari berikutnya tempat dan rute serta hal yang sama dilakukan. Bedanya, kali ini ada tambahan orang yang ditanya. Dia adalah paman penjual gorengan yang mangkal di depan perpustakaan milik Dinas Perpustakaan dan Arsip.

Ternyata, paman gorengan yang tidak sempat menanyakan namanya itu adalah orang yang tepat. Tak menyangka, dia langsung menunjuk perpustakaan yang ada di depan matanya.

"Oh, kalau nggak salah dia sering dijemput bapaknya di situ. Coba masuk. Cari di dalam," ucap  pria berkumis tipis itu seraya jari telunjuk mengarah detail ke pintu masuk.

Pihak perpustakaan yang ikut terenyuh melihat foto yang beredar di facebook itu membantu mencari. Disisirnya perpustakaan itu. Tiga ruangan di lantai dasar dan dua ruangan di lantai dua. Setelah beberapa menit mencari-cari, akhirnya berhasil ketemu juga.

Ditunjukkan foto yang beredar di medsos, siswi yang memakai hijab itu terkejut. Bertanya-tanya ada apa dan siapa yang memotret. Sebelum akhirnya dijelaskan.

"Iya. Itu foto saya dengan bapak," ucapnya.

Dia bernama Dewi Mulyani, siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Palangka Raya. Terlihat sangat pendiam. Irit bicara. Tidak banyak obrolan panjang hari itu. Hanya mengamati dari kejauhan aktivitasnya membaca. Baru keesokan harinya mendatangi sekolahnya.

Sepulang sekolah mengobrol di ruang kelasnya. Dewi bercerita soal kegemarannya melahap berbagai bacaan buku. Buku apa saja. Baik pengetahuan maupun novel remaja. Hal itu dilakukan sejak SD. Kala itu, kakaknya Rusiana sering membawanya ke perpustakaan. Lalu ketagihan. Berlanjut saat duduk di bangku setara SLTP.

Kebiasaan membaca buku sambil dibonceng sepeda angin oleh abahnya (ayah, red) memang sering dilakukan.Tapi bukan menjadi kebiasaan. Itu dilakukan jika dia meminjam buku baru di perpustakaan. Apalagi ceritanya seru.

"Buku bacaan yang saya sukai ensikopledia pengetahuan tentang IPA. Novel remaja juga kadang-kadang, kalau bosen," ujar kutu buku yang kini berusia 15 tahun itu.

Saban hari, minus Jumat, dijemput orangtuanya menggunakan sepeda angin. Orangtuanya yang bekerja sebagai pemulung tak selalu menjemputnya tepat waktu.

Tidak ada malu sama sekali. Sambil menunggu jemputan dia berjalan kaki sekitar 400 meter menuju perpustakaan milik Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng. Menghabiskan waktu luang dengan membaca.

Rumahnya sendiri berada di Jalan Kecipir yang jaraknya sekitar lima kilometer dari sekolah. Tidak sanggup dirinya berjalan kaki. Tidak ada angkot jurusan ke sana. Kalaupun ada, uang sakunya Rp5 ribu tidak cukup untuk ongkos naik angkot. Habis buat beli gorengan untuk menahan lapar.

"Sepulang sekolah saya ke situ. Nanti abah yang jemput. Kalau Jumat kakak yang jemput dan antar sekolah tiap hari," ucapnya lirih.

Anak pasangan Mardani dan Ramnah itu juga tidak mempunyai telepon seluler (ponsel). Tidak juga menuntut minta dibelikan ponsel. Apalagi smartphone seperti yang dimiliki teman-temannya kebanyakan. Tapi, dia tidak ingin ketinggalan menikmati dunia maya. Dia sesekali memanfaatkan seperangkat komputer dan akses internet gratis di perpustakaan.

"Sesekali browsing-browsing dan ngerjain tugas," sambung siswi Kelas X jurusan Rekayasa perangkat lunak (RPL) itu.

Terpisah, Kepala Program RPL SMK Negeri 1 Palangka Raya, Ferry tak menampik jika anak didiknya itu gemar membaca buku.Tak jarang dia melihat di waktu-waktu luang. Baik di ruangan kelas maupun perpustakaan. Dewi merupakan sosok anak pendiam. Dalam hal pelajaran relatif. Bisa mengikuti apa yang diajarkan.

"Hanya. Dia sering sakit, yang memaksanya tidak turun sekolah. Sering lambat mengirim surat orangtuanya. Tapi kita maklumi jika melihat kondisinya," ucapnya.

Untuk melihat lebih jauh, Kalteng Pos membuntuti sepanjang perjalanan bapak dan anak itu dan menengok rumahnya serta aktivitasnya.

sumber: http://kalteng.prokal.co 

18 February 2017

POS Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017

               
Mengingat pelaksanaan Ujian Nasional 2016/2017 yang sudah dekat. Kemendikbud melalu Badan Standar Nasional Pendidikan telah resmi merilis PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR Penyelenggaran Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017.
POS ini dituangkan dalam PERATURAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
NOMOR: 0043/P/BSNP/I/2017.
                 POS UN ini mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan Ujian Nasional  Sekolah  Menengah Pertama  (SMP)/Madrasah  Tsanawiyah (MTs)/Sekolah  Menengah  Pertama  Teologi  Kristen (SMPTK),  Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMPT),  Sekolah  Menengah  Atas  (SMA)/Madrasah  Aliyah (MA)/Sekolah  Menengah  Agama Katolik  (SMAK)/Sekolah  Menengah Teologi Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Sekolah  Menengah  Kejuruan  (SMK)/Madrasah  Aliyah  Kejuruan (MAK),  Sekolah Menengah Atas Terbuka (SMAT), Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), serta Program Paket B/Wustha, dan Program Paket C Tahun Pelajaran 2016/2017.
               POS UN 2016/2017 ini ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Januari 2017.
Berikut ini link unduhnya:
POS Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 (Berdasarkan SK Dirjen No. 130 2017)


Setelah melalui berbagai proses dan tahapan, sejak 2016 lalu melalui bingkai diklat dan penyesuaian, akhirnya struktur kurikulum terbaru untuk SMK telah terbit per 10 Februari 2017. Perubahan dilakukan dengan pertimbangan menyesuaikan dengan spektrum keahlian pendidikan menengah kejuruan, tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.
Ada banyak perubahan yang dilakukan diantaranya:
1. Istilah wajib A diganti MUATAN NASIONAL, wajib B diganti MUATAN KEWILAYAHAN,
2. Mapel Bahasa Indonesia yang semula 4-4-4 menjadi 4-3-3 (4 jenjang kelas X, 3 kelas XI, dan 3 Kelas XII)
3. Mapel Bahasa Inggris yang semula 2-2-2 menjadi 3-3-4
4. Mapel PJOK yang semula 3-3-3 menjadi 2-2 (kelas XII diberikan)
5. Mapel Fisika Kimia yang semula diberikan di jenjang X dan XI sekarang hanya kelas X
6. dll

lebih lanjut silakan dilihat pada salinan berikut ini!
A. SK DIRJEN STRUKTUR KURIKULUM NO 130
B. LAMPIRAN SK DIRJEN STRUKTUR KURIKULUM NO 130

09 February 2017

Hati-Hati Surat Palsu Mengatasnamakan Kemendikbud

Terkait beredarnya surat yang mengatasnamakan Kemendikbud, pihak Kemendikbud memberikan pernyataan bahwa surat tersebut kategori SURAT PALSU. Surat tersebut berisi surat tugas mengunjungi sekolah kejuruan se-Indonesia yang "mengaku" diperintahkan oleh DR HAMID MUHAMMAD, Ph.D selaku Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah kepada M.ASEP MARPUDIN.
Berikut detail suratnya, harap waspada

15 January 2017

Rencana Sekolah dibolehkan menghimpun dana dari masyarakat


Sekolah boleh menghimpun dana dari masyarakat (Dana Gotong Royong). Itulah salah satu hal yang sedang disiapkan oleh kemdikbud. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang memperbolehkan  sekolah menghimpun dana dari masyarakat dengan berdasarkan semangat gotong-royong akan segera diterbitkan. Dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat tersebut harus digunakan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di sekolah dan untuk kemajuan dunia pendidikan.
 “Memang pada dasarnya dibolehkan sekolah menghimpun dana dari masyarakat asal itu tidak memaksa, dan dalam rangka memperkuat kemampuan pendanaan sekolah, dalam rangka gotong-royong,” ujar Mendikbud saat menghadiri lokakarya tentang pencegahan pungutan liar (pungli) di kantor Kemendikbud, Jakarta (12/1/2016).
 Mendikbud mengatakan, ia juga telah berkonsultasi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto tentang rencana tersebut. “Sebelum ini, saya sudah berkonsultasi kepada Menko Polhukam, Pak Wiranto, untuk menjelaskan posisi dan langkah yang akan dilakukan oleh Kemendikbud.  Beliau tidak masalah, asal itu resmi dan tidak melanggar undang-undang, dan pemanfaatannya betul-betul untuk pemanfaatan sekolah serta transparan,” tutur Mendikbud.
 Ia juga menjelaskan bahwa mulai tahun ini, setelah Permendikbud yang dimaksud rampung, sekolah akan diizinkan untuk menghimpun dana dari masyarakat atau donator, seperti alumni dari sekolah yang bersangkutan. Ia juga mengajak masyarakat dan para alumni untuk aktif dan secara gotong-royong berpartisipasi dalam memajukan satuan pendidikan tempat mereka bersekolah.

“Saya kira tak ada satu pun orang yang sukses di dunia ini tanpa lewat sekolah. Saya kira enggak ada menteri yang tidak pernah sekolah, minimal SD. Maka sekarang waktunya ia memberikan sumbangan kepada adik-adiknya yang di SD itu, terutama yang tidak mampu,” tutupnya.
sumber: http://www.kemdikbud.go.id/ 

05 January 2017

Mendikbud Lantik 17 Pejabat di Kementriannya


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melantik 17 pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam sambutannya saat acara pelantikan, Mendikbud berpesan agar seluruh pejabat bisa bekerja sama dan bekerja keras untuk mencapai tujuan pemerataan pendidikan yang berkualitas.

“Tema besar kabinet kerja masa bakti 2017 ini adalah pemerataan yang berkualitas. Saya harap kita juga bisa menuju ke situ (pemerataan), bekerja keras semuanya,” ujar Mendikbud di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, Jumat (6/1/2017).

Ia juga meminta seluruh pejabat Kemendikbud untuk fokus kepada sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan masyarakat. “Supaya diperluas jangkauannya, dipelihara dengan baik, dan dijaga kualitasnya,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Mendikbud melantik 17 pejabat Kemendikbud yang terdiri dari tiga pejabat eselon 2, lima pejabat eselon 3, dan sembilan pejabat eselon 4. Pejabat eselon 2 yang dilantik adalah Dr. Restu Gunawan sebagai DIrektur Kesenian, Ditjen Kebudayaan; Prof. Ilza Mahyuni, M.A sebagai Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; dan Dr. Hurip Danu Ismadi, M.Pd. sebagai Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Dalam sambutannya, Mendikbud juga menyampaikan pesan khusus kepada Direktur Kesenian agar dapat mempromosikan kesenian Indonesia ke kancah internasional melalui pemberdayaan bibit muda. Kemudian kepada pejabat Badan Bahasa, Mendikbud berharap agar dapat meningkatkan kemampuan literasi anak di sekolah, serta mempromosikan bahasa Indonesia.

Sekali lagi kepada seluruh pejabat Kemendikbud, ia meminta para pejabat agar dapat fokus pada program prioritas pemerintah di bidang pendidikan, khususnya untuk mengurangi kesenjangan dan mencapai pemerataan pendidikan yang berkualitas.
Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/ 

04 January 2017

Gubernur Jatim Lantik 785 Kepala SMA/SMK Se-Jawa Timur


Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, melantik sebanyak 785 kepala sekolah SMA dan SMK se-Jawa Timur. Seluruhnya dilantik secara bersamaan di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Rabu (4/1).
Pelantikan kepala sekolah ini merupakan tindak lanjut dari UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengamanatkan kewenangan SMA/SMK di bawah pengelolaan pemerintah provinsi.
"Berjanji untuk bekerja dengan jujur, cermat dan profesional untuk kemajuan pendidikan Jawa Timur," kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo dalam sumpah jabatan ditirukan oleh seluruh Kepala Sekolah yang dilantik.
Setelah pelantikan kepala sekolah, dilanjutkan dengan pelantikan 524 kepala Tata Usaha (Ka TU) SMA-SMK se-Jatim. Pelantikan KA TU dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Akhmad Sukardi.
Pada pelantikan ini jabatan kepala sekolah setara dengan pejabat eselon III, sementara kepala tata usaha setara dengan pejabat eselon IV. MoU penyerahan aset beserta seluruh pegawai setingkat SMA itu sudah ditandatangani seluruh kabupaten dan kota se Jawa Timur. Kepala sekolah akan dievaluasi saat mencapai satu tahun kerja sebagai bentuk komitmen kinerjanya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi).
Selain Gubernur, hadir pula dalam kesempatan ini Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Sekretaris Daerah (Sekda), Akhmad Sukardi, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Saiful Rahman, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rektor Universitas Adi Buana dan Pakar Pendidikan Jawa Timur.
Gubernur Soekarwo menegaskan, kepala sekolah sekarang ini tetap menjabat sebagai kepala sekolah dan dalam waktu sekitar setahun, akan dievaluasi sebagai bentuk komitmen kinerjanya.
"Jadi tidak ada yang diganti. Selama setahun tetap dipakai, kemudian ke depan akan ada evaluasi, agar ada peningkatan pada tugas pokok dan fungsinya," jelas Soekarwo.

SMKN Surakarta Laksanakan lima Hari Sekolah

         

         Meski aturan resmi belum diluncurkan, beberapa sekolah sudah menerapkan lima hari sekolah. Salah satunya, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Surakarta yang mulai melaksanakan lima hari sekolah. Penerapan lima hari sekolah ini dimulai tanggal 3 Januari 2017 ini mengawali semester dua tahun ajaran 2016/2017.
“Untuk lima hari sekolah, kami mulai menerapkannya pada semester dua ini. Jadi mulai Selasa (3/1) anak-anak  mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) hingga Jumat (6/1), dan seterusnya,” ujar Kepala SMKN 6 Surakarta, Ties Setyaningsih, Selasa (3/1).
Kendati diberlakukan lima hari sekolah, menurut Ties, pengaturan jam KBM tetap terpenuhi sesuai Kurikulum 2013 (K13), baik mata pelajaran (mapel) praktek maupun teori. Untuk jam ekstrakurikuler tetap diberikan dengan penyesuaian.
Hal senada juga diungkapkan Kepala SMKN 9 Surakarta, Bangkit Budiarto. Ia mengatakan, setelah dilakukan musyawarah dengan MKKS SMK di Kota Solo, akhirnya SMKN di Solo yaitu SMKN 1 sampai 9 siap mengamankan instruksi gubernur yaitu lima hari sekolah mulai tahun 2017.
Dengan pelaksanaan lima hari sekolah ini, menurut Bangkit, SMKN 9 Surakarta otomatis membuat kepulangan siswa lebih sore dibanding dengan saat enam hari sekolah. Saat enam hari sekolah, siswa masuk sekolah pukul 07.00 hingga 15.15. Kemudian ketika diterapkan lima hari sekolah, siswa masuk pukul 07.00 hingga 15.30 untuk teoritis atau 10 jam pelajaran per hari dengan rincian satu jam pelajaran 45 menit. Lantaran di SMK ini ada prakteknya maka ditambah dua jam pelajaran yaitu 45 menit kali dua maka kepulangan siswa yang mengikuti praktek hingga pukul 17.00.
Terkait dengan sarana dan prasarana yang dimiliki pihak SMKN 9 Surakarta, menurut Bangkit, untuk mendukung pelaksanaan lima hari sekolah yang meliputi masjid untuk salat dan kantin yang menyediakan makan untuk 1.300 siswa sudah siap.
“Namun kami tetap menghimbau kepada seluruh siswa untuk bawa bekal makanan dan lauk yang tidak mudah basi. Dan jangan malu bawa bekal apapun itu lauknya,” ujarnya.
Bagaimana dengan sekolah yang lain termasuk SMKN 1 Cerme?

15.000 Guru Adaptif Disiapkan Menjadi Guru Produktif


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang melatih 15.000 guru adaptif untuk mengurangi kekurangan sebanyak 91.000 guru sekolah menengah kejuruan (SMK). Dengan demikian, guru yang di antaranya diambil dari guru matematika dan seni budaya itu akan beralih fungsi menjadi guru produktif dan mengajar di SMK.
Program ini pelatihannya telah dimulai awal Desember 2016 lalu. Guru produktif akan mengajar pada kelompok bidang keahlian seperti maritim, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian. "Kami juga akan merekrut guru dari lulusan politeknik. Dua cara tersebut diharapkan mampu menutupi kekurangan guru SMK dengan secepatnya," ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, Sumarna Surapranata di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa 3 Januari 2017.
Ia menjelaskan, guru adaptif tersebut mengikuti pelatihan selama setahun. Pelatihan diselenggarakan dua kali di SMK sesuai bidangnya dan dua kali di dunia industri dan pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan (P4TK) kejuruan sesuai bidangnya.

"Setelah itu mereka akan mendapat sertifikat keahlian setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP) dan sertifikat pendidik oleh perguruan tinggi. Mereka pada akhirnya akan mendapat sertifikat (keahlian) ganda," katanya.

Siswa SMA Bisa Pilih Mata Pelajaran Jurusan di UN 2017


Ada yang berbeda pada pelaksanaan UN tahun pelajaran 2016/2017. Pada ujian nasional (UN) 2017 untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA), hanya ada empat mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan satu mapel pilihan sesuai jurusan siswa (IPA/IPS/Bahasa).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, kebijakan baru tersebut diterapkan agar anak-anak dapat fokus ke pendalaman materi ujian.
“Kalau anak disuruh memilih, maka bisa lebih mendalami di mata pelajaran yang dipilih untuk diujikan itu, sehingga hasil secara agregat jadi luas dan mendalam,” ujar Mendikbud saat jumpa pers akhir tahun 2016, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (30/12/2016).
Ia mengatakan, dengan memilih mata pelajaran tertentu sesuai jurusannya saat UN, siswa diberi kesempatan menguasai lebih dalam untuk materi mapel pilihannya itu. Dengan begitu, lanjutnya, secara akumulasi hasil UN akan mencerminkan keluasan dan kedalaman pemahaman. Selain itu, unsur kepraktisan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam membiarkan siswa memilih salah satu mapel jurusan untuk diujikan di ujian nasional.
“Pertimbangan praktis juga, supaya pelaksanaan ujian nasional bisa lebih simpel, sehingga tidak menimbulkan ekses negatif yang sebenarnya bisa kita tekan,” kata Mendikbud.
Ia menuturkan, pertimbangan praktis tersebut juga menjadi alasan diterapkannya ujian berbasis komputer dalam UN 2017. “Penggunaan komputer secara masif, terutama di SMK yang mencapai tingkat 80 persen dalam menggunakan komputer untuk ujian, maka pelaksanaan UN bisa lebih simpel,” tutur Mendikbud.
Di kesempatan yang berbeda, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud (Kapuspendik) Nizam menjelaskan, mata pelajaran (matpel) pilihan pada UN tidak mempengaruhi jurusan/prodi yang dipilih untuk perguruan tinggi.


"Tidak ada hubungan antara pilihan matpel pada UN dengan program studi dan jurusan yang akan diambil di perguruan tinggi. Harapannya agar siswa bisa unjuk kemampuan terbaiknya pada matpel yang dipilih", ucapnya di Jakarta, Selasa, (3/1/2017).

28 December 2016

Spektrum baru SMK untuk 2017/2018


Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan kembali mengalami pembaruan. Berdasarkan surat edaran Nomor 8275/D5.3/KR/2016, yang diterbitkan pada 15 November 2016, spektrum tersebut akan berlaku pada tahun ajaran 2017/2018 untuk kelas X.
Untuk informasi lebih lanjut terkait spektrum tersebut, bisa diunduh di link di bawah ini:

22 December 2016

Informasi penting UN dan USBN 2017 ((hasil rakor 22 Desember 2016)


Kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemdikbud) telah melakukan koordinasi terkait persiapan pelaksanaan ujian nasional dan USBN tahun pelajaran 2016-2017 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (22/12/2016). Rakor tersebut diikuti 563 peserta, terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan provinsi/kabupaten/kota, para Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK), dan para Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) se-Indonesia.
Ada beberapa pokok informasi yang disampaikan diantaranya:
1.  Ujian nasional tetap dilaksanakan
2.  Ujian sekolah ditingkatkan mutunya menjadi USBN 2017 (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) untuk beberapa mata pelajaran
3. Memperluas pelaksanaan berbasis komputer, baik UN maupun USBN
4. Mata pelajaran yang di-UN-kan
    a. SMP: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA
    b. SMA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Mapel pilihan sesuai jurusan (1 mapel)
    c. SMK: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Teori Kejuruan
5. Mata pelajaran yang di-USBN-kan
    a. SMP: Pendidikan Agama, PPKN, IPS
    b. SMA: Pendidikan Agama, PPKN, Sejarah, 3 mapel sesuai jurusan
    c. SMK: Pendidikan Agama, PPKN, Keterampilan Komputer
6. Jadwal pelaksanaan UN dan USBN:
    3 - 6 April 2017: SMK
    10 - 13 April 2017: SMA/MA
    2, 3, 4, 15 Mei 2017: SMP/MTs gelombang 1
    8, 9, 10, 16 Mei 2017: SMP/MTs gelombang 2
7. Penyelenggaraan UN tahun 2017 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015, sehingga UN tidak lagi digunakan untuk kelulusan dari satuan pendidikan. Ke depan, BSNP akan segera mengeluarkan Prosedur Operasi Standar (POS) Pelaksanaan UN tahun 2017.


Informasi lebih lanjut bisa unduh di sini:
Rapat persiapan koordinasi UN dan USBN.ppt
Paparan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) USBN.pdf


17 December 2016

Intisari draft optimalisasi penyaluran Tunjangan Profesi Guru 2017

Intisari draft optimalisasi penyaluran Tunjangan Profesi Guru 2017

     Berikut beberapa intisari paparan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata, pada Rakornas Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Surakarta, Jumat (16/12/2016) tentang Tunjangan Profesi Guru (TPG).
1.     Pada 2017 mendatang, pelaporan penyaluran TPG dirancang menggunakan sistem daring (online) untuk memperkecil kemungkinan keterlambatan pembayaran.
2.     Optimalisasi data pokok pendidikan (dapodik) akan dilakukan sebagai upaya mendapatkan data yang akurat. Ke depan hanya dapodik yang digunakan.
3.     Mengatasi masalah pemenuhan 24 jam mengajar untuk mendapatkan TPG, kemdikbud merancang beberapa skema yang dapat digunakan.
a.     Guru tetap mendapat TPG walaupun kurang dari 24 jam dengan ketentuan TPG yang diterima dihitung sesuai dengan jam mengajarnya.
b.     guru melakukan tatap muka selama delapan jam per hari atau 40 jam seminggu.
4.     Menggandeng APIP dalam memperkuat Unit Pengendalian Gratifikasi, melakukan peringatan dini, peningkatan kualitas tata kelola, dan rekonsiliasi.
5.     Penyaluran TPG di waktu yang akan datang akan tepat waktu dan pastinya akuntabilitasnya terjaga.
Sumber: diolah dari berita di www.kemdikbud.go.id 



15 December 2016

Badan Akreditasi Nasional Rilis Hasil Akreditasi Sekolah 2016


Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) telah mengakreditasi sebanyak 51.013 sekolah dan madrasah sepanjang tahun 2016. Dari jumlah tersebut, 90,1 persen sekolah dan madrasah mendapatkan akreditasi A dan B.
Sebanyak 20.271 sekolah dan madrasah mendapatkan akreditasi A pada tahun 2016, sedangkan akreditasi B diperoleh oleh 26.117 sekolah dan madrasah. Sisanya, sebanyak 4.321 sekolah/madrasah mendapatkan akreditasi C, dan 304 sekolah/madrasah tidak terakreditasi (skor hasil asesmen kurang dari 56).
Hasil tersebut dipaparkan oleh BAN S/M pada acara penyampaian Capaian dan Analisis Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Hasil Akreditasi Tahun 2016 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (13/12/2016).
Akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentuksn kelayakan dan kinerja sekolah. Dasar hukum kegiatan ini adalah : Undang Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 60, Peraturana Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 86 & 87 dan Surat Keputusan Mendiknas No. 87/U/2002.
Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah
Kepala BAN S/M Abdul Muti mengatakan, pemerintah harus terus meningkatkan standar mutu masing-masing jenjang pendidikan, sehingga pada akhirnya semua satuan pendidikan di Indonesia memiliki kualitas yang sama. Ia menambahkan, akreditasi satuan pendidikan juga berkaitan dengan ujian nasional (UN), karena masih banyak sekolah yang belum terakreditasi A atau B.
Pada tahun 2017, BAN S/M menargetkan akan mengakreditasi sebanyak 30.000 sekolah/madrasah dari anggaran Kemendikbud.
 Diolah dari berbagai sumber


11 December 2016

Raih lima emas dan tujuh perak, Indonesia Runner Up IJSO 2016


Lima siswa Indonesia berhasil menggondol medali emas pada ajang International Junior Science Olympiad (IJSO) 2016, di Nusa Dua, Bali, hari Sabtu (10/12/2016). Mereka adalah Nixon Widjaja (Indonesia A), Epofroditus Kristiadi Susetyo (Indonesia B), Aditya David Wirawan (Indonesia A), Winston Cahya (Indonesia A), dan Albert Sutiono (Indonesia A).  
Selain itu, perwakilan Indonesia pun memperoleh tujuh medali perak, yaitu oleh Joan Nadia (Indonesia B), Haniif Ahmad Jauhari (Indonesia B), Raymond Valentino (Indonesia A), Arkananta Rasendriya (Indonesia A), Gede Aryana Saputra (Indonesia B), Timotius Jason (Indonesia B), Tanya Nuhaisy Wulandari (Indonesia B).
            Tim B Indonesia menerima medali emas dengan predikat penghargaan The Best Team, perolehan nilai sejumlah 39,50. Para anggota tim tersebut yaitu Nixon Widjaja, Raymond Valentino, dan Arkananta Rasendriya. 
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengungkapkan pencapaian perolehan medali dari kedua tim Indonesia (Tim A dan Tim B) merupakan di luar ekspektasi dari Kemendikbud selaku bagian dari Tim Indonesia. “Kita ekspektasinya tiga emas, karena tuan rumah, kita bersyukur karena diperbolehkan untuk mengirimkan dua tim, dan bahkan lebih bersyukur karena semua dapat lima emas, dan tujuh perak, bahkan ranking tim Indonesia ada di urutan kedua, setelah Cina Taipei,” ujarnya. 
IJSO 2016 diselenggarakan selama 10 hari yaitu dari tanggal 2 s.d. 11 Desember 2016 yang diikuti 40-an negara.
Selain berkompetisi, terdapat rangkaian kegiatan edukasi yang melibatkan partisipasi peserta dari 40 negara ini. Diantaranya, kunjungan edukasi ke tiga sekolah yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3, SMPN 10, dan SMPN 1 Denpasar. Disini, para siswa berkesempatan untuk menonton suguhan pagelaran seni, belajar pentas kesenian daerah seperti menabuh gamelan, dan melukis. Tidak hanya itu, kegiatan eduwisata dan malam budaya (Culture Night) turut meramaikan rangkaian kegiatan IJSO 2016. Pada malam kebudayaan, masing-masing peserta mendapat kesempatan untuk menampilkan budaya masing-masing, dan saling bertukar pengalaman mengenai kebudayaan yang dimiliki. 
Sebanyak tiga mata pelajaran yang diujikan IJSO ke-13 ini, yaitu mata pelajaran Fisika, Biologi, dan Kimia untuk siswa yang berusia 15 tahun ke bawah atau jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tes berlangsung demgan tiga bentuk yaitu pilihan ganda (MCQ), teori, dan tes praktek (Experimental Test).