Showing posts with label Catatan Khas. Show all posts
Showing posts with label Catatan Khas. Show all posts

23 November 2016

PEMIMPIN SOSIAL DAN POLITIK TIDAK HARUS MEMPUNYAI PENDIDIKAN FORMAL YANG TINGGI



Betul bahwa pendidikan formal memberikan banyak manfaat kepada para calon pemimpin atau calon orang terkemuka, tetapi pelajaran yang mereka peroleh dari pendidikan formal tidak selalu dapat diterapkan dimasyarakat tempat mereka menjadi pemimpin atau jadi orang terkenal dikemudian hari.




Kenyataan bahwa disekolah dan di perguruan tinggi, orang hanya ”mempelajari” teori, sedangkan dimasyarakat, orang betul betul belajar untuk hidup melalui beraneka ragam pengalaman.
Pengalaman semacam inilah yang menghasilkan orang orang terkemuka, termasuk pemimpin sosial dan politik. Orang orang terkemuka dan pemimpin pemimpin itu lahir dari hal hal yang mereka pelajari dimasyarakat.

Sudah diketahui oleh semua orang bahwa pendidikan formal itu penting. Akan tetapi, apakah seseorang akan menjadi pemimpin sosial atau pemimpin politik yang bagus pada kemudian hari tidak selalu ditentukan oleh pendidikan formalnya. Diyakini bahwa pengalaman juga menjadi faktor penentu untuk menuju kesuskesan.

Dengan demikian, jelaslah melalui pendidikan formal orang hanya mermpelajari cara belajar, bukan cara menjalani hidup meskipun pendidikan formal diperlukan, pendidikan formal bukan satu satunya jalan yang dapat ditempuh oleh setiap orang untuk menuju puncak kesuksesanya.

Sekedar menyebut contoh orang terkemuka atau pemimpin sosial dan politik, kita dapat menun jukkan beberapa nama. Alm adam malik, konon ia hanya menyelesaikan jenjang pendidikan dasar tertentu, diangkat menjadi wakil presiden Indonesia bukan karena pendidikan formalnya, melainkan karena kapasitas yang ia dapatkan dari belajar secara otodidak. Alm hamka adalah contoh pemimpin yang lahir dari caranya belajar sendiri. Ia juga menjadi pemimpin agama dan sastrawan terkenal sekaligus karena pengalaman belajar pribadinya, bukan karena pendidikan formalnya yang tinggi. Bahkan, Einstein tidak mempunyai reputasi pendidikan formal yang bagus, tetapi melalui usahanya untuk belajar dan melakukan penelitian sendiri dimasyarakat, ia terbukti menjadi ahli fisika yang sangat termasyhur didunia.


22 November 2016

Perilaku Jujur (PAI)



PERILAKU JUJUR

A.                   Memahami makna kejujuran
1.    pengertian jujur
kata jujur dalam bahasa arab semakna dengan as-sidqu atau siddiq yang berarti , nyata atau berkata benar . lawan kata jujur adalah dusta , dalam bahasa arab adalah al-kadzibu . menurut istilah , jujur atau as-sidqu bermakna sebagai berikut .
a.   kesesuaian antara ucapan dan perbuatan
b.    kesesuaian antara informasi dan kenyataan
c.   Ketegasan dan kemantapan hati
d.   Sesuatu yang baik yang tidak di campuri kedustaan

2.  Pembagian sifat jujur
Menurut imam Al –Ghazali, sifat jujur atau benar (sidik) dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.
a.   Jujur dalam niat atau berkehendak yaitu tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain dorongan karna allah swt.
b.   Jujur dalam perkataan dalam lisan yaitu kesesuaiaan antar berita yang diterima dengan yang disampaikan.menepati janji termasuk jujur dalam perkataan
c.   Jujur dalam perkataan atau amaliah yaitu beramal dengan sungguh sungguh sehingga perbuatan zahirnya tidak menunjukkan sesuatu yang ada dalam batinnya dan menjadi tabiat bagi dirinya
Sebagai orang mukmin harus membiasakan diri berperilaku jujur karena jujur identik dengan kebenaran, sebenarnya kebenaran akan membawa seorang mukmin ke surga dengan sifat jujur adalah salah satu sifat wajib yang di miliki oleh setiap nabi dan rasul . artinya orang – orang yang hidupnya selalu istikamah mempertahankan kejujuran , sesungguhnya ia telah memiliki separuh dari sifat kenabian .










B.                    Ayat – ayat al qur’an daan hadis tentang perintah berlaku jujur
1.   Q.S Al maidah 5:8
a.   Lafat Q.S. Al Maidah 5:8
b.   Terjemahan Q.S. Al Maidah 5:8
Wahai orang orang yang beriman!jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.berlaku adilah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa, dan bertakwalah kepada allah, sunggu, allah mahateliti apa yang kamu kerjakan. (Q.S.Al Maidah 5:8)

c.    Kandungan Q.S. Al Maidah 5:8
Diantara kandungan Q.S. Al Maidah 5:8 yaitu sebagai berikut
1). Perintah agar orang beriman menjadi penegak kebenaran/keadilan karena Allah Swt. Bukan karena manusia atau mencari popularitas
2). Perintah agar orang beriman melaksanakan amal dan pekerjaan dengan cermat dan jujur karena Allah Swt
3). Perintah agar menjadi saksi yang adil dan tidak curang
4). Larangan karena alas an benci kemudian berlaku tidak adil kepada orang lain
5). Perintah berlaku adil, karena adil adalah sifat orang yang bertaqwa kepada Allah Swt






2. Q.S. At Taubah 9:119
a. lafal At Taubah 9:119



b. terjemahan At Taubah 9:119
wahai orang orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah Swt, dan bersamalah kamu dengan orang orang yang benar.
c.kandungan . Q.S. At Taubah 9:119
di antara kandungan . Q.S. At Taubah 9:119 yaitu sebagai berikut:
1). Perintah Allah Swt. Kepada orang beriman agar bertaqwa kepada Allah Swt.
2). Perintah untuk mencari teman atau menjalin hubungan dengan orang yang benar.



3. Hadist dari Abdullah bin Mas’ud ra.
a. lafal dan artinya:
artinya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. Rasulullah saw. Bersabdah “hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntutmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan senantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat disisi Allah Swt. Sebagai orang yang jujur, dan hindarilah, olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. Sebagai pendusta.” (H.R. Muslim)
b. kandungan hadis
diantara kandungan hadis di atas adalah sebagai berikut :
1.    Perintah berperilaku jujur karena kejujuran menuntun kepada kebenaran dan kebenaran menuntun ke surge
2.  Orang yang berilaku jujur dan selalu jujur dicatat di sisi Allah Swt. Sebagai orang yang jujur.
3.  Larangan berperilaku dusta karena menuntut kepada kejahatan dan kejahatan menuntun ke neraka
4.  Orang yang dusta dan selalu dusta di catat di sisi Allah Swt.
Adapun pelajaran yang bisa diambil dari hadis diatas adalah sebagai berikut:
1.    Kejujuran termasuk akhlak terpuji yang dianjurkan oleh islam.
2.  Di antara ajaran islam adalah setiap orang hendaklah berkata sesuai dengan isi hatinya.
3.  Jujur merupakan sebaik baik sarana keselamatan di dunia dan diakhirat
4.  Seorang mukmin yang bersifat jujur dicintai disisi allah swt . dan manusia .
5.  Membimbing rekan lain bahwa jujur itu jalan keselamatan di dunia dan akhirat
6.  Menjawab secara jujur ketika di Tanya pengajar tentang penyebab kurangnya melaksanakan kewajiban.
7.  Dusta merupakan sifat buruk yang di larang islam
8.  Wajib menasehati orang yang mempunyai sifat dusta
9.  Dusta merupakan jalan yang menuntun ke neraka 

C. Ciri-ciri perilaku jujur
Adapun ciri-ciri orang yang memiliki perilaku jujur antara lain sebagai berikut .
1.    Berkata terus terang
2.  Berbuat sesuai aturan
3.  Berani mengakui kesalahan
4.  Bertanggung jawab
5.  Berani minta maaf
D . Manfaaat perilaku jujur
Adapun beberapa manfaat dari perilaku jujur adalah sebagai berikut .
1.    Memiliki perasaan enak dan hati tenang , karena ia tidak takut akan diketahui kebohongan nya
2.  Mendapatkan keberkahan dalam usahanya
3.  Mendapatkan pahala seperti pahala orang syahid di jalan allah swt.
4.  Selamat dari pahala . orang yang jujur walaupun pertama – tama ia merasa berat , pada akhirnya ia akan selamat dari berbagai bahaya .
5.  Di jamin masuk surge
6.  Dicintai oleh allah swt. Dari rasulnya serta disenangi manusia
E . Penerapan perilaku jujur dalam kehidupan sehari hari baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat adalah sebagai berikut.
1.    Meminta izin atau berpamitan kepada orang tua ketika akan pergi ke mana pun
2.  Tidak meminta sesuatu diluar kemampuan kedua orang tua
3.  Mengembalikan uang sisa belanja , meskipun kedua orang tua tidak mengetahuinya .
4.  Melaporkan hasil prestasi belajar , meskipun dengan nilai yang kurang memuaskan
5.  Tidak memberi atau meminta jawaban kepada teman ketika sedang ulangan atau ujian sekolah
6.  Mengatakan dengan sejujurnya alasan keterlambatan datang atau ketidakhadiran kesekolah
7.  Mengembalikan barang barang yang di pinjam dari teman atau orang lain meskipun barang tersebut tampak tidak begitu berharga
8.  Memenuhi undangan orang lain ketika tidak ada hal yang dapat menghalanginya
9.  Tidak menjanjikan sesuatu yang kita tidak dapat memenuhi janji tersebut
10.               Mengembalikan barang yang ditemukan kepada pemiliknya atau melalui pihak yang bertanggung jawab
11. Membayar sesuatu sesuai dengan harga yang telah di sepakati


Cara Mudah Dapat Uang Penghasilan


Uang..uang...uang....
Sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi kita, tanpa uang kita tidak bisa berbuat banyak. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga, pasti sangat mengharapkan dengan yang namanya UANG....


Ada beberapa cara untuk mendapatkan uang, antara lain:


1. Kerja
Hal yang paling umum dalam mencari uang adalah dengan bekerja, banyak sekali pekerjaan yang bisa kita dapatkan seperti jadi guru, karyawan perusahaan, montir bengkel, dll

2. Berbisnis
Membuka usaha atau berbisnis menjadi salah satu alternatif dalam mencari uang,bisnis ada 2 macam yaitu: online dan offline.
Saat ini sangat marak sekali bisnis online, banyak yang sudah berhasil memanfaatkan sosial media untuk meningkatkan omset para pelaku bisnis.

3. Sedekah 
1 kali kebaikan dibalas 10 kebaikan....
itulah janji Allah, tidak ada orang yang miskin karena terlalu banyak sedekah. bagi anda umat muslim, tidak usah ragu dengan sedekah... anda bisa menggunakan cara ini untuk mempercepat usaha anda maupun untuk hal yang lain...

yang penting niatnya tetap sedekah, doa nya mau minta apapun terserah anda....   

19 February 2013

Klinik Hipnoterapi di Kota Malang

Bagi anda warga Malang Raya dan sekitarnya, yang membutuhkan bantuan hipnoterapi di Kota Malang, ada seorang hipnoterapis yang bernama Bapak Alim.
Jika anda berminat bisa menuju lokasi di :
Jl. Kerto Leksono No. 60 (diapit Kampus UIN & UB) Kodya Malang.
HP : 081555616959, 0341-9025557



bilang aja rekomendasi dari Pak Arif 

10 October 2012

TADABUR - JANGAN IRI REJEKI ORANG LAIN

TADABUR - JANGAN IRI REJEKI ORANG LAIN

( TADABUR ) JANGAN IRI REJEKI ORANG LAIN - Tidak perlu merasa iri hati dengan rizki orang lain. Kita dilapangkan rizki, itu adalah ujian. Kita disempitkan rizki, itu pula ujian. Dilapangkan rizki agar kita diuji apakah termasuk orang yang bersyukur atau tidak. Disempitkan rizki agar kita diuji termasuk orang yang bersabar ataukah tidak. Maka tergantung kita dalam menyikapi rizki yang Allah berikan. Tidak perlu bersedih jika memang kita tidak ditakdirkan mendapatkan rizki sebagaimana saudara kita. Allah tentu saja mengetahui manakah yang terbaik bagi hamba-Nya. Cobalah pula kita perhatikan bahwa rizki dan nikmat bukanlah pada harta saja. Kesehatan badan, nikmat waktu senggang, bahkan yang terbesar dari itu yaitu nikmat hidayah Islam dan Iman, itu pun termasuk nikmat yang patut disyukuri. Semoga bisa jadi renungan berharga.




Ayat yang patut direnungkan adalah firman Allah Ta’ala,



فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)



“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)



Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,



أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ



“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 55-56)



Sebaliknya, jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali. Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak. Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua keadaan tersebut. Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar



Dengki itu akan melahap kebaikan seseorang sebagaimana api melahap kayu bakar yang kering karena biasanya orang yang hasad itu akan melanggar hak-hak orang yang tidak dia sukai dengan menyebutkan kejelekan-kejelekannya, berupaya agar orang lain membencinya, merendahkan martabatnya dll. Ini semua adalah dosa besar yang bisa melahap habis berbagai kebaikan yang ada.



وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا



“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. an Nisa’: 32)