Showing posts with label arti kata. Show all posts
Showing posts with label arti kata. Show all posts

24 October 2017

Arti Kata Toyib, Toyyiban, Toyyibin dalam Bahasa Indonesia

Arti Kata Toyib, Toyyiban, Toyyibin dalam Bahasa Indonesia

Kata Toyib identik dengan lagu yang berirama dangdut,  Bang Toyib. Bang Toyib telah menjadi simbol seorang yang jarang pulang. Terbukti dari lagu Bang Toyib yang isi liriknya begini:

bang toyib... bang toyib...
Mengapa tak pulang-pulang
Anakmu... Anakmu panggil-panggil namamu

Sebenarnya, irama lagu dangdut tersebut adalah sebuah remake dari ya toyba yang dipopulerkan oleh Sulis. Lirik lagunya:

Ya toyba.. ya toyba...

Ya dawal hayanaa...

Nada dan irama yang sama juga digunakan oleh Gigi ketika menggubah Syair karya Taufik Ismail Pintu Sorga menjadi sebuah lagu:

pintu sorga... pintu sorga...
Di mana engkau berada...
Bagaimana caranya...
Kita menemukannya...

Selain lagu-lagu di atas. Ada pula lagu yang terpengaruh oleh lagu-lagu di atas, yaitu Bukan Bang Toyib. Jelas dari pilihan kata yang digunakan adalah Bang Toyib adalah sosok orang yang tak pulang-pulang sudah tiga tahun (Tiga kali puasa, tiga kali lebaran, abang tak pulang-pulang sepucuk surat tak datang).


Sementara dalam lagu Bukan Bang Toyib, adalah ungkapan seorang suami kepada kekasihnya bahwa dia bukan bang toyib. Pergi pun untuk kembali dengan membawa nafkah membeli beras dan sebongkah berlian.

Tidak hanya dikenal dalam lagu, kata Toyib juga dikenal dari ungkapan-ungkapan yang berasal dari timur tengah dan ajaran-ajaran Islam. Misalnya ada ungkapan Baldatun Toyyibatun Warabbun Ghofuur. Ada pula istilah Attoyyibin lit toyyibaat. 

Arti Baldatun Toyyibatun Warabbun Ghofur secara mudah dapat diartikan begini: negeri yang bagus dan dimaafkan tuhan. Jadi jika diterjemahkan per kata maka berikut ini penjelasannya:

baldatun artinya negeri, kampung, wilayah. Bentuk lain dari kata ini adalah bilad.

Toyyibatun artinya bagus, bentuk lainnya adalah toyib, toyyibin (orang baik laki-laki), toyyibat (orang baik perempuan).

warabbun (baca: Warobbun) kata dasarnya adalah robb, rabbun, rabbi. Artinya tuhan. Imbuhan wa memiliki arti dan. 

ghafur (baca: ghofur) artinya memaafkan.

Jadi, arti baldatun toyyibatun warabbun ghofur secara istilah mirip dengan gemah ripah loh jinawi. Yaitu sebuah kondisi wilayah yang sangat makmur dan sejahtera, serta masyarakatnya damai. Makmur secara ekonomi sekaligus makmur secara sosial.

Sementara isitlah toyyibin lit toyyibat begitu sebaliknya toyyibat lit toyyibun. Arti sederhanya begini laki-laki baik-baik untuk perempuan baik-baik. begitu juga dengan perempuan baik-baik untuk laki-laki yang baik. 

Istilah ini digunakan untuk hal yang bersinggungan dengan jodoh. Jadi, maksud dari istilah ini adalah jodoh orang baik pastilah orang baik pula. Maka jika ingin mendapatkan jodoh yang baik-baik, maka harus memperbaiki diri sendiri.

Tidak hanya istilah dan lagu, toyyib juga ada kalanya dipakai untuk menyebut rasa masakan. Nah, arti kata toyyib yang merujuk pada makanan tidak lagi memiliki arti baik atau bagus, tetapi lezat dan nikmat. 

Maka, adakah orang yang bernama Toyyib atau Toyib sepeti Bang Toyib. Pada dasarnya sama saja artinya dengan Bagus, Agus. Artinya bagus. Sama halnya dengan lagu yang dipopulerkan oleh Sulis. Ya Toyba, jika orang Indonesia mengatakan begini: Wahai Toyyib. Wahai orang yang mulia.

Toyib juga dipakai seorang presiden. Tepatnya Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan.

21 October 2017

Pergeseran Arti Laki dan Bini dalam Pelakor dan Pebinor

Pergeseran Arti Laki dan Bini dalam Pelakor dan Pebinor

Istilah selalu bertambah, di satu sisi ada pula istilah yang mulai ditinggalkan dan tidak pernah lagi digunakan sehingga sebagian masyarakat penutur tidak mengerti bahasa yang awalnya pernah dipakai. Terlebih denga adanya media internet dan media sosial, produksi istilah semakin cepat. Namun begitu, pelesapan istilah atau hilangnya istilah juga semakin cepat karena tergantikan oleh istilah baru.

Contohnya saja adalah istilah pelakor dan pebinor yang muncul belakangan dan menggantikan wil dan pil. Pelakor adalah istilah yang merupakan akronim (singkatan) dari perebut laki orang, yang dahulu biasa disebut wanita idaman lain alias wil. Pebinor adalah istilah yang merupakan akronim dari perebut bini orang yang dahulu biasa disebut pil alias perebut bini orang. 

Nah, dalam arti kedua isitilah teresebut, pebinor dan pelakor digunakan dua kata yang awalnya (khususnya ketika saya masih SD dan SMP) antara tahun 2000an dianggap bermakna negatif yaitu ada kata laki dan kata bini. 

Kata laki pada pelakor biasanya digunakan oleh 'istri sah' begitu juga dengan pebinor digunakan oleh suami sah. Ilusatrasinya begini: Si A adalah suami sah si B. Kemudian Si A selingkuh dengan Si C, maka si B menyebut si C sebagai 'Pelakor'. Berarti si B menyebut suaminya sebagai laki. 

Pada awalnya penyebutan laki dianggap jauh lebih rendah daripada suami maka, sudah ada pergesaran makna bahwa kata laki sudah setara dengan kata suami. Dalam hal ini bini dalam kata pebinor juga mengalami hal yang sama.

Jadi, kata laki dan bini tidak dianggap rendah oleh semua kalangan di Indonesia. Bahkan semua lapisan masyarakat menggunakan kata ini untuk dirinya sendiri. Misalnya kalangan artis-selebritis, juga menggunakan kata laki dan bini untuk menyebut pasangannya sendiri.

Ada persamaan, ada pula perbedaan penggunaan antara kata laki dan kata bini. Jika digunakan dalam konteks yang sama. Kata laki - bini bisa bermakna suami - istri. Tapi jika dipisah, makna laki bisa berubah, sementara kata bini tidak memiliki penggunaan kata selain yang bermakna istri. 

Kata laki memiliki arti lelaki atau pria atau laki-laki. Misalnya dalam sebuah iklan minuman berenergi, ada moto laki minum ini. Maka yang dimaksud adalah orang laki-laki. Ada pula penggunaan kata laki dalam istilah motor laki artinya, motor yang identik dengan orang laki-laki. Yang pakai kopling di tangan kiri.

Sementara kata bini tidak berarti langsung bisa diantonimkan dengan arti kata laki seperti contoh di atas. Tidak ada iklan minuman para bini. Tidak ada pula motor yang didesain khusus untuk para perempuan dan diberi nama motor bini. Yang ada mungkin adalah motor matic. 

Lain lagi dengan penggunaan kata laki dan bini dalam bahasa daerah. Meskipun memiliki kemiripan, tapi juga memiliki perbedaan dan nilai rasa makna yang jauh berbeda. Penjelasan lengkapnya ada dalam artikel

Sekian penjelasan arti kata laki dan bini. Baik arti dalam konteks istilah pelakor dan pebinor maupun arti laki-bini dalam konteks yang lain.

17 October 2017

Siapa Pribumi Siapa Pendatang | Arti Pribumi dan Penjelasannya

Siapa Pribumi Siapa Pendatang | Arti Pribumi dan Penjelasannya

Baru dilantik, baru berpidato, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memunculkan polemik dengan menyebut-nyebut kata 'pribumi'. Kata pribumi diasosiasikan sebagai lawan dari pendatang. Karena menggunakan kata pribumi maka, banyak orang yang menganggap bahwa, perkataan Anies Baswedan mengandung makna 'yang dulu bukan pribumi yang menguasai Jakarta'.

Lalu sebenarnya, apa arti kata pribumi, apa penjelasannya dan bagaimana kemungkinan makna yang dimiliki oleh kalimat yang diucapkan oleh Anies Baswedan.


Secara etimologis, pribumi adalah kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki arti penghuni asli, yang berasal dari tempat yang bersangkutan. Ini pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Selanjutnya dalam pengertian dalam KBBI tersebut pribumi juga disamakan artiknya dengan inlander. 

Sementara, penjabaran yang terdapat dalam wikipedia berbahasa Indonesia, pribumi tidak hanya masalah negara, tetapi masalah kewilayahan saja. Pribumi memiliki makna asala sebagai orang yang berasal dari wilayah atau negara yang bersangkutan. Lebih jelasnya lagi, batasan pribumi adalah orang yang lahir dari orang tua yang lahir di tempat tersebut.

Ini contoh nyata, kakek saya adalah pendatang di dusun Mangaran desa Sukamakmur, berasal dari Jepara di Zaman Kolonial Belanda. Bapak saya adalah keturunan pendatang, lahir di dusun Mangaran. Sementara saya adalah orang yang lahir dari orang yang lahir di dusun Mangaran. Berarti baru saya yang bisa disebut sebagai pribumi di dusun Mangaran. Bapak saya masih 'keturuan pendatang' dan kakek saya adalah 'pendatang'.

Sebenarnya sesederhana itu pengertian pribumi. Jika dikembalikan kepada makna asalnya, dan dikaitkan dengan posisi Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, berarti yang dimaksud dengan Pribumi bisa jadi memiliki batasan. Pribumi Jakarta. Karena bukan hanya masalah. Maka batasan itu bisa dijabarkan sebagai berikut: Pribumi Jakarta adalah orang yang lahir dari orang tua yang juga lahir di Jakarta.

Yang menjadi masalah adalah berapa persen penduduk Jakarta yang orang tuanya memang lahir di Jakarta? Sebagai kota besar, tentu banyak pendatang yang masuk ke Jakarta hingga akhirnya menjadi warga Jakarta.

Nah, berkaitan dengan itulah istilah pribumi yang digunakan oleh Anies Baswedan bisa menjadi istilah politis. Maka banyak penafsiran yang bekembang berkait dengan pidato Anies Baswedan tersebut. Ada yang mengatakan Anies Baswedan mengorek luka lama. Karena Gubernur terpilih sebelumnya adalah 'orang cina'.

Sebenarnya ucapan Anies Baswedan juga bisa bisa dipahami sebagai, 'Ini saatnya orang Jakarta yang memimpin Jakarta'. Mengingat Ahok berasal dari Belitung, dan Djarot dari Blitar. Bukan Pribumi Jakarta.

Meskipun Anies Baswedan telah mencoba 'meluruskan' istilah yang dipakai, tapi terlanjur menjadi pembahasan. Setidaknya bangsa Indonesia sudah peka dengan istilah-istilah yang sensitif dan seharusnya juga lebih memahami istilah secara menyeluruh termasuk di dalamnya adalah istilah 'pribumi'. Bukan asal menggunakan apalagi mengomentari ucapan orang sebelum membaca pengertian pribumi atau istilah lainnya.

Nilai Makna dan Sinonim Pribumi

Dalam bagian ini tidak lagi dikaitkan istilah Pribumi dengan Ucapan Anies Baswedan. Yang perlu disampaikan adalah istilah pribumi pernah menjadi suatu kebanggaan. Dibandingkan dengan inlander yang merupakan serapan dari bahasa Belanda.

Inlander dianggap sebagai istilah yang menghina dan merendahkan. Karena memiliki arti rendahan. Sementara selain menggunakan istilah pribumi ada pula istilah yang sering dipakai oleh penduduk Indonesia, yaitu istilah Bumiputra. 

Dalam Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa, kata pribumi  bersinonim dengan dengan bumiputra, anak negeri, asli, bibit buwit (lihat Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia halaman 453). Sementara kata pribumi memiliki antonim asing.

14 October 2017

Arti Jenitri Ganitri (Genitri) dan Mitos serta Faktanya

Arti Jenitri Ganitri (Genitri) dan Mitos serta Faktanya

Tulisan ini saya buat karena ada tetangga yang menawarkan sebuah obat langka dan berkhasiat. Kata langka dan berkhasiat adalah kata yang digunakan oleh tetangga tersebut. Memang, orang tua sedang sakit, jadi wajar saja jika ada yang menawarkan obat langka dan berkhasiat untuk bapak kepada saya.

Obat itu disebut genitri, dalam istilah lain disebut juga ganitri, jenitri, rudraksha,  bahasa latinnya adalah Elaeocarpus Ganitrus. Tentu saya tahu istilah ini dari penelusuran mendalam melalui mesin pencari google. 


Ketika pertama kali saya mencari dengan kata kunci jenitri yang muncul adalah blog kesehatan yang muncul 'numpang' domain ke blogspot. Sama juga dengan blog ini. Masih numpang. Karena masih numpang itulah kredibilitas (karena ini tentang kesehatan) informasi tersebut tidak dapat diterima sepenuhnya. Lalu bagaimana blog ini? Silahkan pembaca yang menilai. Hehehehe.

Menurut saya, informasi yang berkaitan dengan kesehatan, apalagi dibumbui dengan nominal harga yang fantastis, maka perlu dikonfirmasi melalui sumber yang kredibel. Kalau sekadar contoh pantun dan arti bahasa, saya rasa blog yang numpang di blogspot semaca ini masih bisa dipercaya. Cie membela diri.

Pada dasarnya saya termasuk orang yang sangat anti pada hoaks, bukan sekadar tidak percaya, tapi saya mau bersusah-susah untuk mencari informasi valid tentang sebuah berita hoaks kemudian menangkal informasi hoaks tersebut kemudian menyebar informasi valid kepada teman yang menyebar informasi hoaks.

Nah, saya posisikan jenitri dan nama lainnya tersebut sebagai 'terduga hoaks'. Maka saya mencari informasi yang cukup mendalam. Dalam beberapa blog yang muncul ketika saya menulis kata kunci jenitri, adalah blog yang 'miskin' informasi. Isinya sama, tentang manfaat yang sangat uwow!, hasil penelitian profesor India, dan jenis-jenis jenitri. Jelas saja, saya tidak langsung percaya.

Untuk mencari bandingan, saya gunakan kata kunci 'Ganitri Wikipedia' maka yang muncul adalah penjelasan 'Ganitri' dalam wikipedia berbahasa Indonesia. Dalam wikipedia berbahasa Indonesia, ditulis 'Jenitri'. Penjelasannya sangat terbatas:

Jenitri (Elaeocarpus ganitrus) adalah pohon yang termasuk suku Elaeocarpaceae. Buahnya berwarna ungu dengan biji yang cukup besar dan biasa digunakan sebagai manik-manik penyusun perhiasan. Kayunya memiliki nilai ekonomi tinggi. -- Wikipedia Bahasa Indonesia

Meskipun ensiklopedia bebas, setidaknya informasi dalam wikipedia lebih bisa diandalkan dari pada blog abal-abal.

Karena informasi yang sangat terbatas, maka saya gunakan kata kunci nama latinnya dan dipadukan dengan wikipedia. Maka yang ditawarkan oleh google adalah informasi dari wikipedia berbahasa inggris. Dalam wikipedia berbahasa Inggris tersebut, terdapat informasi tentang ganitri yang lebih lengkap.

Arti Kata

Dalam wikipedia berbahasa Inggris, dijelaskan berkaitan dengan nama Ganitri. Ditemukan di India, di daerah aliran sungai Gangga yang bersumber dari pegunungan Himalaya. Karena ditemukan di India, maka istilah yang digunakan untuk menyebut biji ini juga berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu rudraksha. Secara etimologis, rudraksha berasal dari dua akar kata yaitu rudra dan aksha. Rudra merujuk pada Siwa (shiva). Sementara kata aksha berarti tear drops. Jadi secara sederhana, rudraksha alias ganitri, jenitri, janitri, bisa disebut sebagai air mata dewa Siwa. 

Sementara kata ganitri adalah penyebutan spesies tumbuhan ini yang terdapat di Nepal, Melayu, dan Sunda. Berarti, tidak hanya ditemukan di India. Ganitri dan Jenitri ini juga ditemukan di sepanjang asia selatan hingga asia tenggara dan melanesia (papua) dan Australia.

Penamaan rudraksha berkaitan erat dengan tradisi dan agama yang ada di India. Jadi, buah ini dipercaya sebagai air mata dewa Siwa.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca sendiri pengertiannya di Elaeocarpus Ganitrus di Wikipedia ini.

Hasil Penelitian Saya tentang Ganitri

Tentu yang saya maksud dengan hasil penelitian adalah hasil pengamatan dan pencarian informasi dari google. Saya pikir ini juga hasil pengamatan, saya kan mengamati informasi dari google, tapi hasil pengamatan saya tentang ganitri, bukanlah hasil pengamatan atau hasil penelitian yang ilmiah.

Banyak tulisan di blog yang menyebut, 'berdasarkan penelitan Dr. Suhas Roy'. Nah setelah saya teliti, dan cari ternyata Suhas Roy adalah tidak ada di Benaras Hindu University. Saya kombinasikan beberapa kata kunci yang berkaitan dengan keduanya. Tidak bisa saya temukan. Apalagi ketika saya tulis, jenitri, atau rudraksha. yang muncul justru blog Indonesia.

Apakah Khasiat Genitri ini hoaks? Saya masih belum bisa menyimpulkan ke situ. Tapi, berdasarkan jurnal riset yang saya baca Lihat di sini dan di sini 

Ganitri memang memiliki kandungan senyawa kimia yang bermanfaat bagi tubuh manusi. Tapi sekali lagi peneliti dalam jurnal online yang saya temukan tersebut bukanlah Dr Suhas Roy apalagi Dr Sanjoy Roy.

Tambahan

Tambahan lagi, ternyata Gantiri itu bukan barang langka, karena banyak yang menawarkan di media. Bahkan ada yang jual di lazada, berbentuk tasbih dan aksesoris. Bisa dicicil pula di lazada. Dan, akhirnya saya tidak jadi beli dari tetangga.

19 February 2016

Jamil, Jamila, Jamilah, Jameela, Jamiel, atau Jamal: Apa Bedanya?



Tulisan ini dibuat ketika media di Indonesia Raya sedang dihebohkan dengan berita Saipul Jamil yang ditangkap polisi karena mencabuli laki-laki. Dalam tulisan ini tidak akan dibahas mengenai peristiwa atau penangkapan, atau LGBT, atau apapun tentang kasus penyanyi dangdut tersebut. Tulisan ini dibuat karena munculnya rasa penasaran setelah ada portal berita daring (online) yang menulis nama Saipul Jamil dengan ‘Saipul Jamiel’. Akhirnya muncul pertanyaan bagaimana sih asal-usul nama ‘jamil’.

Pada dasarnya jamil adalah bentuk serapan dari bahasa Arab جملyang berarti bagus; cantik; elok (Munawwir, 1997:210). Bentuk tersebut dalam bahasa arab dapat dibaca /jamil/ atau /jamal/ untuk orang laki-laki. Untuk bentuk muannats (melekat pada kata perempuan) maka digunakan bentuk jamilah (jamilatun) dalam huruf arab ditulis: جميلةbentuk tulisan ini dibaca jamilah karena diakhiri ta’ marbuthoh. ((Ø©. Lalu bagaiman bentuk penulisan dalam bahsa Indonesia?

Dalam bahasa Indonesia baku (dalam KBBI) ada dua lema (kata) yang berbentuk mirip dengan ini yaitu bentuk jamil dan jamal
. Dalam KBBI kata jamil merupakan kelas kata adverbia (kata sifat) yang bermakna bagus dan indah. Sedangkan dalam kata jamal juga ada keterangan Arb yang merupakan serapan dari bahasa Arab yang menduduki kelas kata nomina (kata benda) yang bermakna keelokan dan keindahan. Kedua kata ini serupa tapi tidak sapa.

Bentuk penulisan Jamilahtidak diserap dalam bahasa Indonesia (tidak terdapat di KBBI) jadi dapat dikatakan bahwa bukan bahasa Indonesia. Tetapi kata Jamilah sangat banyak digunakan sebagai nama orang Indonesia. Bentuk penulisan jameela dan jamiel hanya variasi nama saja dari jamil dan jamilah. Semua itu jamilah, jamiel, dan jameela tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Selain digunakan sebagai nama orang kebanyakan, jamil dan berbagai bentuk variasinya juga digunakan sebagai nama pesohor (artis), figur publik. Di antaranya ada nama Saipul Jamil, Mulan Jameela, dan Jamal Mirdad.

Bagaimana menulis yang benar? Itu terserah pada orang yang memiliki nama. Tetapi jika kata jamil dan jamal tidak digunakan sebagai nama orang, maka harus ditulis seperti yang ada di kamus tidak boleh diubah-ubah. Kecuali jika digunakan sebagai nama boleh ditulis sesuka hati yang memberi dan memunyai nama tersebut. Mau ditulis jameela, jamiel, jameel, jameelha, terserah. Tetapi ingat penulisan nama di identitas dokumen resmi kependudukan (akta, KTP, ijazah, dan kartu susunan keluarga) harus sama. Kalau tidak sama bisa jadi ditolak oleh instansi yang memerlukan.

Sedikit tambahan dalam tesaurus alfabetis bahasa Indonesia tidak ada kata jamil, yang ada adalah kata jamal (Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia, 2009:252) yang bersinonim dengan kecantikan, kecerlangan, keelokan, kejombangan, keindahan.

Sumber Rujukan:
Munawwir, Ahmad Warson. 1997. Al-Munawwir Kamus Arab - Indonesia. Cetakan Keempat Belas. Surabaya: Pustaka Progresif.
Sugono, Dendy (Peny.) 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: Pusat Bahasa dan Gramedia Pustaka Utama.
Sugono, Dendy (Peny.) 2009. Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: Pusat Bahasa dan Mizan.

16 February 2016

21 Sinonim Cinta beserta Pengertiannya dalam Bahasa Indonesia

21 Sinonim Cinta beserta Pengertiannya dalam Bahasa Indonesia

Memaknai cinta bisa sangat sederhana bisa juga sangat rumit. Bagi orang yang sedang berusaha menemukan cintanya mungkin akan sangat rumit menafsirkan cinta. Bagi orang yang sudah bertemu dengan cinta dan cintanya berbalas mungkin sangat mudah mengartikan cinta. Orang yang seperti itu ketika ditanya apakah cinta? Cinta itu kamu. Mungkin dijawab dengan sesederhana itu.

Cinta dan Istilah Lain yang Sejenisnya
Dalam kamus sinonim bahasa Indonesia, kata ‘cinta’ memiliki 21 persamaan arti kata.  Istilah yang termasuk kelas kata nomina ini memiliki persamaan makna dengan afeksi, amor, asmara, berahi, berangta, cinta kasih, cita, dendam berahi, filantropi, hibat, hasrat, kama, kasih, kasih sayang, kehangatan, kekaguman, nafsu, renjana, sayang, samara, tresna. (Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, 2010).
Berikut ini dituliskan pengertian sinonim-sinonim tersebut yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.



afeksi n Psi 1. Rasa kasih sayang; 2. perasaan dan emosi yang lunak.

Amor cinta berahi (berasal dari nama dewa asmara Amor dalam mitologi Yunani); asmara; (KBBI, 53).

Asmara perasaan suka kepada lain jenis (kelamin);  cinta; (KBBI, 94)

Berahi 1. perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin; 2. asyik; sangat suka; sangat tertarik; 3. n Tern gejala yang timbul  secara berkala pada ternak betina sebagai perwujudan berahi untuk dikawinkan; entrus. (KBBI, 2014:175)

Berangta kl n berahi; cinta kasih (KBBI, 2014:176). Singkatan kl menunjukkan bahwa ini adalah istilah klasik.

Cita 1 rasa; perasaan hati; 2. kl cipta; 3. cita-cita; 4. cinta; 5. ide; gagasan. (KBBI, 2014:269).

Filantropi cinta kasih (kedermawanan dsb.) kepada sesama (KBBI, 2014:391).

Hibat cinta kasih; kasih sayang (KBBI, 2014:494). Mungkin ini adalah serapan dari bahasa arab habbah yang huruf akhirnya menggunakan ta’ marbutoh.

Hasrat keinginan (harapan) yang kuat. (KBBI, 2014:486)


Kama Skt n 1. cinta; asmara; nafsu keduniawian; 2. Dewa Asmara (menurut mitologi India). Singkatan Skt menunjukkan bahwa istilah kama berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam KBBI (2014:611) lema Kama memiliki bentuk turunan Kama Loka berarti tempat Dewa Kama, dan bentuk turunan Kama sutra yang bermakna seni bercinta.

Renjana rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dsb.) (KBBI, 2014:1165).

Tresna Jw n cinta. (KBBI, 2014:1486). Singkatan Jw menandakan bahwa kata tersebut berasal dari bahasa jawa (baca: Tresno).

Sedangkan untuk istilah lain yang menjadi sinonim Cinta  tidak dijelaskan dalam tulisan ini karena sudah diketahui oleh orang banyak.

Adanya singkatan  dalam masing-masing pengertian menandakan bahwa kata cinta dan sinonimnya merupakan istilah di kelas kata nomina atau lebih banyak dikenal dengan istilah kata benda. Karena merupakan nomina kalimat aku cinta kamu merupakan bentuk gabungan tiga nomina (kata benda).

Pernah dengar kalimat 'aku cinta kamu' atau pernah pula menulis atau mengucapkan kalimat itu. Jika diurai berdasarkan fungsi dan kelas katanya kalimat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

Subjek: Aku = nomina
Predikat : cinta = nomina
Objek: kamu = nomina


Bentuk tersebut tidak perlu dipersalahkan karena pada dasarnya dalam setiap bahasa ada kaidah pelesapan. Bentuk penulisan ‘Aku cinta kamu’ sebenarnya mengandung makna ‘Aku mencintai kamu’. Imbuhan me- -i pada kata cinta memiliki fungsi mengubah nomina (kata benda) menjadi verba (kata kerja). 

Jadi sudah tepat bahwa predikatnya adalah verba (kata kerja).

Sekali lagi, Aku cinta kamu.

14 February 2016

Hubungan Antar-makna: Pengertian Sinonim, Antonim, Hiponim, Meronim yang Tepat



Sinonim adalah kata yang maknanya mirip atau sama dengan pasangan kata lain, misalnya kata ayah bersinonim dengan bapak.

Antonim adalah kata yang berlawanan maknanya dengan pasangan kata yang lain, seperti baik berlawanan maknanya dengan buruk.

Hiponim adalah kata yang memiliki makna yang lebih sempit daripada makna generik yang merupakan superordinatnya, misalnya mawar dan melati merupakan hidpnim dari bunga.

Meronim atau hubungan bagian adalah kata yang memiliki hubungan dengan kata lain yang merupakan bagian dari makna kata lain, misalnya kata jari merupakan meronim (bagian) dari tangan.
(Sumber: Sampul belakang Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, 2009)


Sering kita mengartikan segala sesuatu dengan asal-asalan. Maunya mempersingkat tetapi sering juga pengertian yang kita buat justru menyesatkan. Sinonim diartikan sebagai persamaan kata, sedangkan antonim diartikan sebagai lawan kata. Seharusnya dalam sinonim yang sama adalah maknanya, begitu pula dalam antonim, yang berlawanan adalah makna katanya.

Contoh kata indah bersinonim dengan bagus. Kedua kata tersebut adalah dua kata yang berbeda. Kedua kata tersebut tidak sama, namun yang memiliki makna yang sama atau mirip. Makna dari bagus adalah sesuatu yang indah, dan indah itu biasanya bagus.

Sementara itu, antonim jika dimaknai sebagai lawan kata juga tidak tepat karena tidak semua antonim tidak harus punya lawan (dalam hal kata). Dalam antonim yang berlawanan adalah maknanya.  Kata yang berantonim juga tidak hanya satu. Maksudnya, sebuah kata bisa berantonim dengan lebih dari satu kata. Misalnya kata besar berantonim dengan kecil. Luas berantonim sempit. baik berantonim buruk.  Ada pula antonim yang tidak langsung berkebalikan 180 derajat. Misalnya kata merah berantonim dengan putih, biru, kuning, hijau, dst.  Kata manis berantonim dengan pahit, tetapi juga berantonim dengan masam, getir, tawar. Intinya antonim bisa dimaknai sabagai ‘yang tidak’. Misalnya baik antonimnya adalah ‘yang tidak baik’. Akan tetapi dalam mencari antonim tidak boleh hanya menambah kata ‘tidak’. baik antoninmnya tidak baik. Ini bukan antonim, ini adalah penegasian.

Hiponim bisa juga dimaknai sabagai kata khusus. Misalnya melati dan mawar merupakan hiponim atau kata khusus dari bunga. Dalam hal ini bunga adalah kata umum (generik) atau bisa juga disebut dengan istilah hipernim. Jadi, hiponim memiliki antonim hipernim.

Contoh lain dari meronim adalah mata meronim dari wajah. Segala sesuatu yang memiliki makna bagian disebut dengan meronim.

04 February 2016

Apa Beda Pelaminan dan Pelamunan : Analisis Makna Kata

Ada yang mengatakan bahwa tempat foto terbaik itu bukan di tempat wisata, melainkan di Pelaminan. Apa sih maknanya pelaminan? Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) terbitan Pusat Bahasa kata pelaminan ada di bawah lema /lamin/ jadi kata dasarnya adalah lamin dan mendapat imbuhan /pe- -an/. Makna lamin (melamin) memiliki makna menghias tempat tidur pengantin. Sedangkan pelaminan bermakna tempat duduk pengantin yang dihiasi.

Itu merupakan makna kamus, dalam hubungan sosial, makna pelaminan yang lebih tepat adalah tempat pengantin yang sudah dihias dan menjadi tempat pengantin bertemu dan berfoto dengan tamu. Makna lain pelaminan dalam ragam cakap adalah pernikahan. Misalnya dalam kalimat, hubungannya sudah sampai di pelaminan. Yang dimaksud pelaminan dalam kalimat tersebut adalah pernikahan.

Dalam KBBI ada dua lema /lamin/ yang pertama seperti yang sudah dijelaskan di atas, sedangkan lema (kata) /lamin/
yang kedua bermakna bangunan (rumah) kolektif pd suku Dayak Kenyan, bentuknya besar memanjang dan bertingkat. Jika kata lamin yang pertama berkedudukan sebagai verba (kata kerja) kata  lamin  yang kedua berkedudukan sebagai nomina (kata benda).
Ada pula bentuk yang mirip dalam KBBI yaitu lema /lamun/. Ada tiga lema /lamun/ dalam KBBI. Di sini dituliskan secara lengkap keterangan yang ada dalam kamus.

Pertama,
la·mun [1], me·la·mun v termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana;
bentuk turunannya adalah
la·mun·an n angan-angan yg bukan-bukan; khayalan; fantasi.

Kedua,
la·mun [2] ark p 1 tetapi; namun: biarpun sukar, -- tugas itu harus diselesaikan juga; 2 biarpun; meskipun: angin ribut melanda perahu kami, -- demikian kami masih dapat selamat; 3 asal(kan); jikalau: ia hendak datang menghadap, -- Tuanku panggil akan dia
kode ark berarti arkais atau istilah lama yang sudah jarang digunakan dan hanya ditemukan dalam karya/tulisan klasik.

Ketiga,
la·mun [3] Mk v, me·la·mun v 1 menumpukkan (melonggokkan) tidak beraturan: ~ barang bekas di gudang; 2 menggenangi; meliputi (spt air menutupi karang);

di·la·mun v 1 digenangi; diliputi (spt karang tertutup air): bersama-sama tenggelam ~ ombak dan gelombang; 2 kidirundung; diliputi (bencana, kesenangan, dsb): ia ~ bencana; ia ~ kebahagiaan hidup;payah-payah ~ ombak, tercapai juga tanah tepi, pb setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya
Kode Mk berarti kata tersebut diserap oleh Bahasa Indonesia dari bahasa Minangkabau.

Melamun yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia sehari-hari oleh masyarakat tuturnya adalah kata lamun yang pertama, yang bersinonim dengan fantasi. Sementara dalam ragam cakap atau Bahasa ragam pergaulan juga bersinonim dengan bengong.

Sementara itu, kata lamun juga ada dalam bahas Jawa. Bagi masyarakat tutur Jawa atau para santri yang mengaji kita pegon (huruf arab berbahasa Jawa) masih sering menjumpai kata tersebut. Kata lamun dalam Bahasa Jawa juga bersinonim dengan nalika atau ketika.


Jadi, kata pelaminan memang ada dalam Bahasa Indonesia, sedangkan kata pelamunan ‘masih’ belum ada dalam Bahasa Indonesia. Mungkin suatu saat nanti akan ada istilah pelamunan yang bisa dimaknai ‘proses melakukan tindakan khayalan’.  Kemungkinan ini sangat terbuka lebar mengingat sifat Bahasa Indonesia yang terbuka dan terus berkembang memperkaya kosa katanya. (Mun)